
Semarang, 6 Maret 2024
Urban Farming Champion diselenggarakan kembali oleh Pemerintah Kota Semarang, semua OPD di lingkungan Kota Semarang mulai dari Kecamatan, Kelurahan, Dinas-Dinas serta Sekolah-Sekolah untuk mengikuti Urban Farming Champion Tahun 2024.
Urban Farming Champion Tahun 2024 ini diawali dengan Sosialisasi UF Champion melalui zoom pada tanggal 29 Januari 2024. Kemudian dilanjutkan dengan pendaftaran oleh masing-masing OPD paling lambat pada tanggal 1 Maret 2024. Urban Farming Champion 2024 ini dilaksanakan dalam beberapa tahap. Tahap 1 yaitu seleksi administrasi, tahap ke-2 yaitu presentasi dari peserta, tahap ke-3 yaitu kunjungan ke lokasi kegiatan (observasi demplot).
Di SMP Negeri 28 Semarang, pelaksanaan Urban Farming Champion berjalan dengan lancar. Kegiatan ini diawali dengan Launching Urban Farming Champion 2024 SMP Negeri 28 Semarang pada tanggal 6 Maret 2024 di halaman depan SMP N 28 Semarang. Setelah kegiatan launching dilaksanakan, dilanjutkan dengan penanaman bibit tanaman oleh seluruh warga sekolah. Untuk pembagiannya, dibagi per angkatan. Setiap kelas membawa minimal 15 bibit tanaman, untuk kelas 7 tanaman yang dibawa yaitu cabai, kelas 8 membawa bibit tanaman terong dan kelas 9 membawa bibit tanaman tomat, untuk guru dan karyawan membawa bibit tanaman bawang merah.
Setelah semua tertanam dengan baik, tanaman ditempatkan di area belakang sekolah dan Greenhouse, untuk kemudian dirawat dan dipelihara oleh masing-masing penanggungjawab dan menunggu waktu panen tiba.
Para siswa juga akan terlibat secara aktif dalam perawatan tanaman dan pengelolaan lahan pertanian. Mereka akan diajak untuk memantau pertumbuhan tanaman, merawatnya, dan memanen hasilnya. Melalui pengalaman ini, diharapkan siswa akan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang proses pertanian serta menjadi lebih peduli terhadap lingkungan.
Selain memberikan manfaat edukatif, program Urban Farming ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam memenuhi kebutuhan pangan sekolah serta mengurangi jejak karbon dengan mengurangi ketergantungan pada pasokan pangan dari luar serta diharapkan akan tercipta lingkungan sekolah yang lebih hijau, sehat, dan berkelanjutan.